Parenting

Anakku jadi sensitif, apa yang harus ku lakukan?

Halo Moms, hmm sudah lama juga ya saya gak ngeblog, dikarenakan layar laptop yang pecah, si aktif Celina gak sengaja terjatuh ke atas laptop saat sedang bermain dengan sepupunya. Patah hati dan mau marah sih liat kondisi layar laptop yang bergaris, tapi keselnya saya waktu itu teredam karena Celina, seketika dengan air mata, memeluk saya dan bilang “maaf ya Ibu”. Speechless saya baru menyadari anak ini semakin lama semakin perasa alias sensitif sama perasaan orang disekitarnya dan ini terlihat diekspresinya.

Sekarang saya akan sharing sedikit mengenai, apa yang dapat kita lakukan saat anak mulai menjadi perasa dengan mood orang disekitarnya.

Semakin mendekati usia 3 tahun, kita para ibu atau ayah pasti semakin menyadari toddler kita dirumah semakin terlihat penasaran tentang perasaan dan mood orang-orang disekitarnya, misalnya dia mulai bertanya-tanya kenapa nenek kesal dirumah atau saat Ayah terlihat lelah pulang kerja. Hal ini butuh penjelasan, misal “Nenek kesal, karena blender dirumah tidak berfungsi”

Pernah sekali saat itu saya sedang sakit perut karena PMS, dan tumpukan pekerjaan juga mood-swing saat itu, menyebabkan saya menangis (cengeng ya :p ), saat itu Celina yang sedang main didekat saya mulai menyadari dan bertanya “Ibu napa?”, saya pikir setelah saya bilang gapapa, dia akan mulai main lagi, tetapi dia terus bertanya, “ibu sakit ya?” dan lainnya hingga akhirnya ikut menangis kejar, dan terihat sedihhh sekali.

Saat itu saya baru sadar kesalahan saya, anak ini butuh penjelasan, karena dia tidak mengerti dan penasaran mengenai perubahan mood Ibunya. Akhirnya Celina saya pangku sambil menenangkan saya bilang “gakpapa Celina, mama sakit perut terus lagi pusing, tadi, makanya nangis, sekarang sudah gapapa kok” Barulah setelah itu Celina diam, dan saya ajak bermain lagi.

Menurut babycenter.com Toddler yang menjadi sensitif ini harus kita bantu untuk memahami bahwa emosi dan mood itu normal, dan kita harus pastikan bahwa perubahan mood orang disekitarnya ini bukan salah mereka, she hasn’t done anything wrong.

p_20161029_181709_bf
mengekspresikan rasa sayang juga salah satu emosi yang bisa diajarkan

Kita para Ibu juga pasti mulai menyadari bahwa anak kita juga mulai belajar tentang mood mereka juga, dan karakter meraka, bisa jadi pendiam, adventorous, atau komunikatif mulai lebih terlihat. Menurut BabyCenter Kita dapat pelan-pelan meng-encourage anak kita untuk mengexplore sisi-sisi berbeda mereka, dan yang paling penting pastikan mereka paham apapun tempramen mereka, kita tetap saya dan menerima mereka apa adanya. Misal jika anak kita tipikal yang pemalu, kita boleh mengajak mereka mengenal anak lain, tapi jangan mengejeknya saat dia mundur dan ngumpet dibalik kaki kita. Respect terhadap bagaimana anak merespon lingkungan sekitarnya, akan membantunya merasa lebih secured dan percaya diri. So, dont push it too hard, and believe in her.

Atau misal seperti Celina yang mulai menangis, saat menonton si kecil Dino terpisah dari Ayah Dino (The Good Dinosour -red), kami merespon dengan ikut memerlihatkan empati yang serupa, dan menjelaskan sebisanya tentang pertanyaannya saat itu. Sebisa mungkin juga ajak orang rumah yang kadang suka keceplosan “ihh inaa cengeng ihh nangis”. Agar dia percaya bahwa memperlihatkan empati dan perubahan emosi itu normal, dan tidak ada hal yang salah tentangnya.

Pernah juga, sewaktu kita dapat undangan dari Clozette Indonesia main ke acara Parenting Clubdi Gandaria City minggu lalu, Celina dideteksi mempunya kecerdasaan dalam hal gerak, suara, dan musik. Lalu sewaktu diajak bermain karaoke-karaokean,sambil bernyanyi di excited sekali, namun mood nya seketika berubah karena saat itu ada kameramen yang merekam aksinya dan beberapa anak ikut menyaksikan. Celina yang suka nyanyi dan nari pun, tetiba diam. saat itu dibandingkan bilang “Celina ayo dongg biasanya kan centil suka nari nyanyi dirumah gak bisa diem”, akan lebih baik kita dekati dan bilang “Celina, malu ya diliatin banyak orang? gakpapa kok. Ina kan suka nyanyi, yang lain juga suka jadi mau liat Ina nyanyi”

p_20161105_140203

p_20161105_140042
Showing her, that I love her song just the way it is.

 

Saat itu pendekatannya gak total membuat dia enjoy nyanyi sambil nari seperti dirumah, tapi at least, saat ini dia mau nyanyi dengan suara super kecil, dan tanpa senyum, hahahah, tanpa dipaksa. We just believe her that she can do it, so she is. Pencapaian untuk dia memahami perubahan moodnya yang seketika, menurut saya tidak perlu sempura misal dari malu-malu lalu langsung jadi hahi hihi jejingkrakan, tapi dengan malu bernyanyi dan akhirnya bernyanyi dengan suara super kecil, itu adalah satu langkah besar untuknya menjadi percaya diri dan merasa diterima oleh dunia disekitarnya.

Hal simpel, tapi dengen kita menghormati dan merespon tentang bagaimana respon anak kita terhadap dunia akan membuat dia merasa diterima, dan dengan sendirinya anak akan lebih percaya diri. And dont forget let him/her know that you love him just the way  he/she is.

Cheers,

 

icha @annisaramalia

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.