Health · Parenting

Fortifikasi dalam MPASI homemade, bantu cegah Anemia Defisiensi Besi

Halo Moms,

 

Buat para moms yang memiliki bayi berusia kurang dari 6 bulan, sebaiknya mulai dari sekarang nih baca-baca seputar MPASI untuk sikecil. Dan tentunya moms yang sudah menjalani MPASI dan lagi bingung kasih menu apa buat babynya, aku mau share beberapa tips penting sesuai dengan anjuran WHO seputar MPASI.

 

Sebagai dokter gigi anak dan Ibu dua orang anak, masalah MPASI tentunya menghantui aku juga lho. Nah, biar moms tidak mengalami masalah selama MPASI ada baiknya persiapan dilakukan sebelum anak berusia 6 bulan, agar lebih nyaman baik untuk Ibu maupun Anak.

 

Seperti yang aku kutip dari www.milissehatyop.org, “Nutrisi yang tepat selama masa bayi dan anak sangat penting untuk pertumbuhan anak. Masa kritis adalah saat lahir sampai dengan 2 tahun.”

Makanya moms, periode makanan pendamping ASI pada saat usia 6 bulan sampai 1 tahun akan memberikan pengaruh besar karena pada saat ini seorang bayi kita belajar untuk makan dari konsistensi cair ke konsistensi padat seperti makanan keluarga sehari-hari nantinya.

 

Makanan pendamping ASI (MPASI) diartikan sebagai saat nutrisi dari ASI tidak lagi cukup memenuhi kebutuhan nutrisi bayi sehingga diperlukan tambahan makanan dan cairan lain bersama dengan ASI. Target usia pemberian MPASI secara umum antara usia 6 sampai dengan 24 bulan. (www.milissehatyop.org)

 

 

Nah pernah ngerasa gak sih, pas fase asi eksklusif para bayi gemuk gemes, eh begitu memasuk fase MPASI pertumbuhannya malah tidak secantik awalnya. Menurut beberapa sumber, Periode MPASI merupakan periode yang rentan terhadap kekurangan nutrisi lho Moms. Padahal pada usia 6 bulan ASI sendiri sudah tidak dapat mensupport, protein, asam folat, zat besi dan mineral lainnya lho.

 

Maka dari itu, penting banget buat kita Orangtua untuk menguasai seni pemberian MPASI, untuk mencegah terjadinya mal nutrisi.

 

Menurut Yayasan Orangtua Peduli, terdapat beberapa masalah pada periode MPASI:

  1. Memberikan MPASI dengan kualitas nutrisi yang rendah
  2. Terlalu dini memulai pemberian MPASI
  3. Terlalu lambat memulai pemberian MPASI
  4. Jumlah MPASI sedikit
  5. Frekuensi pemberian MPASI kurang
  6. Pemberian ASI berkurang

 

Atas dasar itulah, WHO merekomendasikan 10 prinsip pemberian MPASI, yang terdiri dari:

  1. Berikan MPASI sejak usia 6 bulan dan ASI tetap dilanjutkan.
  2. Tetap berikan ASI sesuai keinginan bayi. ASI dapat dilanjutkan sampai usia 2 tahun.
  3. Terapkan “responsive feeding” dan pendekatan psikososial saat memberi makan anak.
  4. Perhatikan kebersihan penyiapan makanan.
  5. Naikkan jumlah makan secara bertahap.
  6. Tingkatkan konsistensi dan variasi secara bertahap.
  7. Tingkatkan frekuensi makan anak secara bertahap.
  8. Pilihlah makanan kaya nutrisi.
  9. Berikan fortifikasi seperlunya.
  10. Saat anak sakit, berikan lebih banyak minum, ASI, dan tawarkan makanan favorit anak. Setelah sakit, berikan makanan lebih banyak dari biasanya.

 

 

Nah, salah satu yang sering keliru pada pemberian MPASI adalah kurangnya pemberian fortifikasi, dan nutrisi yang mumpuni dari MPASI. Salah satunya yang ingin aku bahas adalah zat besi.

 

Dimana Anemia Defisiensi Besi, merupakan masalah kekurang nutrisi paling sering di negara berkembang seperti Indonesia lho. Survey kesehatan oleh Ikatan Dokter Indonesia menemukan prevalens ADB pada bayi 0-6 bulan, bayi 6-12 bulan, dan anak balita berturut-turut sebesar 61,3%, 64,8%, jadi ada 6 dari 10 anak menderita Anemia Defisiensi Besi (ADB).

 

Termasuk didalamnya adalah anakku Aaira Fahima yang di diagnosis Anemia Defisiensi Besi saat berusia 10 bulan.

 

Rekomendasi dari WHO pun menganjurkan, pemberian supplement zat besi pada usia 4-6 bulan, lalu lanjut MPASI kaya zat besi dengan fortifikasi yang cukup dari usia 6 bulan hingga 1 tahun untuk mencegah terjadinya ADB

 

Nah, kemudian Aaira pun menjalani terapi zat besi, dan oleh DSA-nya Aaira aku dianjurkan untuk memberikan pola MPASI yang kaya zat besi dengan optimal.

 

Salah satu tips ku untuk MPASI kaya besi yang Optimal:

  1. Pemberian Lauk pada MPASI dengan makanan yang kaya zat besi, daging merah, sayuran berwarnahijau, kuning telur, buah dan sayuran kuning, tomat, kismis, kale dll. (kalau anak suka ati ayam boleh jadi pilihan, tetapi sebaiknya berikan sumber makanan lainnya)
  2. Pemberian sereal atau makanan dengan fortifikasi zat besi.
  3. Asupan vit C untuk mempercepat penyerapan zat besi.

 

Awalnya, pemberian fortifikasi dan makanan aaira terpisah. Jadi dalam 1 minggu aku selingi bubur bayi fortifikasi 3-4 kali seminggu. Namun ya rasa ga bisa bohong, bubur pisang bubur merah dan lain -lain terlalu berulang sehingga Aaira pun cenderung menolak. Paling aku hanya bantu dengan snack fortifikasi, aku pakai Nestle CERELAC Nutripuffs disamping buah dan Aaira suka banget.

 

Pening kan, gimana mau optimal coba ☹

 

Untung banget deh, sekarang ada CERELAC Risenutri terbaru. Dimana CERELAC Risenutri merupakan bubur polos dengan fortifikasi zat besi dan vitamin mineral lainnya. Dannnn yang terpenting rasanya plain, sehingga dapat dikreasikan dengan berbagai resep MPASI homemade buatan ku.