Parenting

Tantangan Kaum Milennial Parents: mendidik generasi Alpha

Hai para milennial parents atau generasi Y, yang terlahir pada tahun 1980- 1995 memiliki tantangan tersendiri dalam menghadapi anak-anak kita yang masuk pada generasi Alpha.

Menjadi tantangan tersendiri buat saya dengan perkembangan dunia yang sangat pesat, Celina dan Aaira yang termasuk dalam generasi alpha juga harus didukung agar dapat tumbuh pesat, dan pastinya tidak mudah menjadi orangtua dari generasi paling pintar dengan kemampuan belajar progesif ini. Nah, inilah tantangan bagi kita nih Mams agar anak-anak tumbuh tak hanya menjadi generasi yang pintar, tapi juga generasi yang unggul.

Generasi Alpha sendiri adalah anak-anak yang lahir pada tahun 2010-2025. Menurut McCrindle penggagas istilah aplha generation ini, anak generasi alpha memiliki ciri:

  1. berpikir kritis dan mampu mencari informasi dengan cepat
  2. familiar dengan teknologi voice assistant (seperti google voice dan siri)
  3. terbiasa menggunakan smart device
  4. peduli dengan lingkungan

Makanya tidak heran jika kita sering melihat sekeliling kita anak-anak terlihat tertarik sekali dengan gadgetnya, bahkan bayi sekalipun. pasti pada menyadari kan si Kecil tau-tau pinter sendiri, menggunakan gadget walaupun ga pernah diajarkan. ini karena generasi alpha memiliki kemampuan belajar yang progresif lhoo.

Anak Generasi Alpha yang cenderung Tech Savvy

Selain itu tantangan bagi kita para orangtua milennials, adalah membesarkan si Kecil sebaik-baiknya agar, kemampuan belajar progresif mereka mendukungnya menjadi pribadi yang unggul sesuai dengan kemajuan pada zamannya. seperti yang dikatakan oleh Syaidina Bin Abi Thalib “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karna mereka hidup  bukan di zamanmu”.

Dukung Kemampuan Belajar Progresif Anak

selama ini saya selalu wanti-wanti sama Celina soal gadget, karena kiri bilang negatif, tapi kanan bilang yang lain, saya pun juga ngeh, “ini anak kok belajarnya cepet banget ya jadi banyak kosakata bahasa inggrisnya dan lain-lain”. Sampai saya bertemu dengan Yuma Soerianto, app developer muda yang berhasil menciptakan sejumlah aplikasi di usia yang masih 12 tahun, di acara Launching S-26 Procal GOLD beberapa waktu lalu.

Yuma sendiri adalah contoh anak generasi Z, dimana pendampingan dan dukungan orangtua Yuma dari segi nutrisi dan simulasi menjadikan kesukaan Yuma terhadap gadget berubah menjadi ambisi yang membawa nama Yuma dikenal di dunia internasional.

5 aplikasi ciptaan Yuma sudah bisa di download via app store lhoo, seperti Kids Calculator dan Lets Stack.

https://www.annisaramalia.com/wp-content/uploads/2019/10/7264753b10454733990af03254d4838e.mov

Psikolog anak Rosdiana Setyaningrum, mengatakan “Orangtua perlu mendampingi anak mengasah kemampuan belajar progresif agar mereka bisa meraih capaian penting dalam tumbuh kembang sesuai dengan tahapan usia.”

kemampuan ini menurut beliau dibutuhkan anak untuk membentuk empat karakter anak hebat, untuk sukses dimasa depan, yaitu:

  1. eksplorasi, mau mencoba berbagai minat
  2. berpikir kritis, mampu berpikir kritis dan suka bertanya
  3. jiwa kepemimnina, anak memberi inspirasi dari diri sendiri dan kelompok
  4. empati, memahami kebutuhan orang lain dan menciptakan solusi.

rosdiana juga percaya anak generasi alpha yang lahir dan besar di era kemajuan teknologi akan mendapat banyak kesempatan dan juga tantangan di masa depan.

Ternyata tidak hanya stimulasi yang diperhatikan, menurut Ahli Neurologi Anak dr. Attila Dewanti Sp. A(K), gizi pada nutrisi si Kecil juga sangat penting dalam mendukung kemampuan anak belajar progresif anak-anak generasi Alpha yang masih balita.

“Saat anak memperoleh pengalaman baru dari proses belajar, terjadi pembentukan sirkuit baru pada otak mereka, sehingga luas sirkuit yang semula terbatas akan menjadi lebih luas. Asupan gizi yang tepat berguna untuk mematangkan dan membentuk sel-sel otak, sementara stimulasi cukuo dapat membentuk koneksi antar sel otak.” jelas dr Attila

Salah satu yang perlu diperhatikan adalah kandungan asam lemak essensial, seperti asam Alpha linoleat yang berguna untuk pembentukan membran sel otak dan tidak dapat dibentuk tubuh secara alami. Selain itu, dr Attila juga menambahkan kebutuhan anak akan kolin yang berguna untuk fungsi sinaps otak serta zat besi untuk metabolisme otak yang optimal.

Jadi, pastikan Mams mendukung generasi alpha dengan memastikan asupan nutrisi diatas dalam menu sehari-hari si Kecil. Itu semua akan membantu mendukung kemampuan belajar generasi alpha agar tumbuh menjadi yang terbaik sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

Seperti inovasi terbaru S-26 Procal GOLD yang launching kemarin. Kandungan Multiexcel αLipids System, mendukung potensi, kemampuan belajar yang terus berkembang, serta tubuh kuat si Kecil.

S-26 Procal GOLD mengandung nutrisi penting seperti Asam Linolenat, Asam Linoleat, Protein, Kalsium, Zat Besi, Serat Pangan, dan Vitamin D untuk bantu proses belajar si Kecil yang terus berkembang, agar siKecil jadi bibit unggul yang #DariBelajarJadiHebat.

Celina Mencoba Brain Race

“Wythe berharap inovasi baru dari S-26 Procal GOLD dapat mendukung orangtua dalam mempersiapkan generasi Alpha, dengan nutrisi yang baik terhadap perkembangan otak. Agar mampu belajar dengan progresif dan memiliki karakter anak hebat yang dibutuhkan bagi diri sendiri dan lingkungannya kelar” Ujar Syara Latifatun Annisa, Brand Manager GUM GOLD

banyak yang kita dan si Kecil butuhkan untuk menjadikannya generasi yang unggul. terus berusaha, pahami dan cari sumber terbaik. Berikan stimulasi dan nutrisi yang tepat dan juga jangan lupa pendampingan saat sikecil menggunakan gadgetnya ya Mams.

Agar kita bisa memanfaatkan gadget sebaik-baiknya, dan si Kecil dapat bersahabat dan maju bersama pesatnya perkembangan teknologi

Saya bersama blogger lain

14 thoughts on “Tantangan Kaum Milennial Parents: mendidik generasi Alpha

  1. Trueeee, isa pun kepo banget sama gadget, cuma ya ga dikasihin sih, paling suru pegang2 doang ga dihidupin..kecuali mamak lagi rempong, langsung nontonin yutub hahahahaha

    1. Nah iya me time banget ya. Tapi aman sih asal diawasi aja. Celina pronouncing English nya bagus bgt lho, gr2 peppa pig 😂

  2. Makin cerdas dan kritis sehingga orang tuanya mesti banyak belajar juga supaya bisa jawab pertanyaan anak-anak ya hehe. Anyway saya baru tahu anak zaman sekarang disebutnya generasi Alpha. Thanks for sharing kaa

  3. Aduuuh gimana ini nanti kalau anak2kyu sudah besar tantangannya ekstraaa bangettt hahahahah, pendampingan untuk anak mengasah kemampuan belajar progresif juga kayaknya sulittt gimana atuh aku sebagai orang tuaaa hahahahha #merasagagal

Leave a Reply to Rani Provitasari Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.