Uncategorized

Ibu Hamil Dilarang Olahraga, MITOS atau FAKTA? [Parenting Club Talkshow]

Dear moms,

Memasuki kehamilan ke-3 di minggu ke-14 ini makin banyak deh, mitos-mitos seliweran dikuping aku. Mulai dari gak boleh makan kambing “ntar perutnya panas” or “gak boleh pedes-pedes, ntar rambut bayinya botak” aduh doanya yang bagus-bagus aja plisss deket bumil

setujuuuu ya kaannn

Apalagi tidak lama, setelah upload IG-story saya sedang berenang atau pun saat prenatal yoga, langsung pada DM dengan segudang komentar *tsaahh berasa selebgram hihi. “Cha, bukannya belum boleh hamil muda?”, “emang gapapa ibu hamil olah raga” atau paling ekstemnya, “Bahaya lho, bumil diem aja ga usah ngapa2in ntr kenapa-kenapa lagi.” belom lagi para eyang dirumah *hiks

Sejujurnya, saya langsung deg-degan gak yakin lhooo, dalam hati mikir-mikir “obgyn gw bilang save kok, asal low hingga moderate impact”, “aduh perasaan kemaren obsgyn bilang kehamilan aku sehat, dan kalau bisa harus olah raga”

aku akan share komplit benefit dan do don’ts seputar olah raga selama kehamilan, baca sampai habis ya~

Kebetulan sekali pada 25 April lalu, aku diundang oleh Clozette Indonesia untuk hadir pada acara “Parenting Club Talkshow -Mitos dan Fakta Seputar Kehamilan-” di Samsara Resto. wah seru dan penting banget nih bahasannya, menurut ku sebagai calon Ibu ataupun Ibu untuk bisa lebih smart dan memilah tradisi atau mitos, dan lebih mencari tau fakta-fakta yang sebenarnya, agar tidak hamil dan membesarkan anak dengan “katanya”.

Sesuai dengan tradisi Parenting Club, acara kali ini mengundang narasumber dari dua kalangaan, yaitu seorang mom-to-be dan juga beauty vlogger Rachel Goddard yang sharing seputar pengalaman kehamilannya, dan dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG seorang dokter kandungan yang tentunya ahli di bidangnya.

Rachel yang seorang beauty vlogger dimana kesehariannya dan pekerjaannya mengharuskan dia menggunakan make-up, yang langsung dikomentari para followersnya karena katanya berefek negatif pada janin. Belum lagi kalau Ia makan pedas atau makan duren, Rachel bercerita sering sekali mendapat komentar negatif dari para followersnya, karena menurut mereka “katanya” dua hal tersebut dapat membuat perut panas hingga keguguran.

“Gue ya ga langsung percaya, orang kata obgyn boleh, aman kok.” kata Rachel saat itu. Menurutnya pada jaman yang serba canggih seperti sekarang, kita harus rajin-rajin browsing mencari informasi yang valid dan juga bertanya pada ahlinya, dalam hal ini dokter kandungan misalnya.

dr. Dinda juga menjelaskan, hal seperti mitos ini memang masih sering beredar di ibu hamil, apalagi Ibu hamil yang masih serumah dengan orangtua ataupun mertua. Seringkali, percaya pada mitos padahal belum jelas kebenarannya. Dr dinda pun memaparkan beberapa mitos, seperti:

***Minum es sebabkan bayi besar

Pas ini ditayankan, aku langsung “emak gw banget nih” dalem hati ahhaha. Siapa sih yang gak sering denger ini? Kalau minum dingin terus anaknya gede, or perutnya gede ntr eh anaknya kecil. Padahal menurut dr. Dinda tidak ada kaitannya, dan menurut penelitian tidak terbukti lho.

***Menggaruk kulit menimbulkan stretchmark

Jadi ingat setelah melahirkan celina, lalu saat mama mertua lihat stretchmark langsung bilang “icha dulu gatel digaruk sih, jadi bekas deh” Padahal stretchmark atau guratan adalah akibat pembengakakan dermis, yang menyebabkan epidermis kulit bagian luar kehilangan penyambung jaringan.

***Kalau hamil anak perempuan makan sayur, anak laki makan daging

ini pasti sering banget deh denger, saya pun sempet percaya nih sama mitos ini. dan makan daging banyaaaakk pas hamil, eh keluarnya Celina si cantik hihi. Padahal secara ilmiah, penentu jenis kelamin janin adalah kromosom X (perempuan) dan kromosom Y (laki-laki) yang keduanya dibawa oleh sperma ayah.

jadi kalau anak perempuaannn terus, padahal si ayah pengen laki, jangan salahin ibunya ya ***eehh

***Ibu hamil BAHAYA Olahraga

Nah ini nih yang lagi sering diomongin orang-orang ke aku. Padahal dari sejak hamil Celina mesti deh rutin olahraga seperti renang dan yoga.

Menurut the American College of Obstetrician and Gynecologist, olahraga dengan intensitas menengah, BAIK untuk ibu hamil, karena dapat menurunkan risiko pre eklamsia, diabetes kehamilan, dan risiko penyakit kronis pada ibu dan bayi. Banyak banget kan manfaatnya.

Kita semua pasti tau dong olahraga itu baik, nah olahraga akan lebih beneficial untuk Ibu yang sedang hamil.

Maka the American College of Obstetricians and Gynecologists merekomendasi untuk Ibu hamil melakukan olahraga dengan intensitas menengah selama 20-30 menit, baik beberapa hari sekali ataupun TIAP HARI woww~ dengan catatan. Kehamilan kita dinyatakan sehat dan tidak berisiko ya.

Kapan sih kehamilan yang diilarang olahraga? klik disini

Ini adalah 8 keuntungan dari olahraga selama kehamilan:

  1. Boost Your Energy, hamil itu menguras energy, bikin lemes ya kan? Nah dengan olahraga teratur bisa membantu kita para bumil menjalani aktifitas kita lebih mudah lho. Kenapa? karena saat berolahraga ini memperkuat sistem cardiovaskular kita, so kita juga gak lagi mudah cape dan kita lebih memiliki energy untuk menyelesaikan pekerjaan yang bikin stress out
  2. Help you sleep better, As your pregnancy progresses, finding a comfortable sleeping position can be a real challenge. But exercise can tire you out enough to lull you into a more restful sleep hihi
  3. Lower you risk of certain pregnancy problem, olahraga sudah terbukti dapat menurunkan risiko terjadinya pre eklamsia dan diabetes gestational. Pada Ibu hamil dengan diabetes kehamilan, berolahraga 2-3 kali seminggu dapat menurunkan risiko bayi macrosomic (very large ) newborn hingga 58%, sehingga dapat menurunkan risiko lahir dengan sesarian hingga 34%.
  4. Reduce Pregnancy Discomfort, dengan berolah raga kita dapat memperkuat otot-otot tubuh,yang membantu tubuh untuk cope better dengan nyeri dan sakit sendi selama kehamilan. Doing stretches and yoga eases back pain, walking improves your circulation, and swimming can strengthen your abdominal muscles
  5. Prepare for childbirth, it makes a perfect senses sih, semakin kuat kita karena berolahraga, akan semakin kuat pula tubuh kita menghadapi kelahiran bayi kita.

Giving birth can be likened to running a marathon because both require stamina, determination, and focus.

6. Reduce stress and lift your spirit, being pregnant, itu sama dengan mens 9 bulan kali ya mood swing nyaa. setuju gak? Nah penelitian membuktikan, olahraga dapat meningkatkan produksi serotonin, semacam hormon yang dapat mempengaruhi kerja otak, yang berkaitan dengan mood, sehingga kita memiliki spirit lebih.

7. Improve self image, staying active membuat kita lebih percaya diri dan membuat kita cenderung gaining a healthy amount of weight.

8. GET YOUR BODY BACK FASTER, aduh kudu di capslock siapa sih yang gmau kurus lagi abis lahiran. When you’ve maintained your strength and muscle tone through your pregnancy, your body will have an easier time bouncing back after you give birth

you are less likely to put on excess weight if you exercise during your pregnancy.

wah TERPATAHKANLAH mitos-mitos yang sudah menjadi tradisi dissekitar kita ya kan? untuk masa dengan kemajuan teknologi yang pesat seperti saat ini. Kita memang harus bijak dan pintar-pintar memilah dan mencari informasi yang berdasarkan penelitian yang valid deh.

Nah, kesulitan aku mesti liat web luar seperti baby center, atau kids health bahkan american college of obsgyn, dengan info yang kadang kurang sesuai dengan situasi di Indonesia yang berbeda jauh dengan America (selain kudu terjemahin satu-satu sih). Untungnya sekarang Parenting Club selain membahas seputar tumbuh kembang anak, juga meluncurkan 2 buah tools yang sangat membantu ibu hamil dan ibu yang merencanakan kehamilan.

dan keduanya tentunya diikuti oleh artikel-artikel seputar kehamilan dan perencanaan kehamilan yang dapat kita percaya sumbernya.

Pra Kehamilan

Tools ini bertujuan untuk membantu moms, merencanakan kehamilan. Mulai dari artikel persiapan kehamilan, hingga tools Ovulation Calendar yang dapat membantu kita mengetahui masa subur, sehingga kesempatan hamil menjadi lebih besar (klik the pict)

Kehamilan

Nah, ini berguna banget untuk para Ibu hamil. Tools ini membagi experience trimester 1,2, dan 3 dengan artikel dan to do list yang menyertainya. Jadi dimaksudkan untuk dapat menemani Ibu hamil, dari awal kehamilan hingga waktu kelahiran nanti.

fitur ini sama halnya dengan beberapa aplikasi luar, dilengkapi dengan Pregancy due date calculator yang dapat menghitung kapan perdiksi kelahiran moms. Cukup registrasi dan isi bedasarkan hari pertama haid terakhir yaaa.

setelah mengetahui, kapan due date kita. kita juga diberikan tanggal-tanggal yang merupakan milestone penting dalam tahapan kehamilan kita, disertai dengan artikel artikel yang memberikan kita informasi seputar tahapan yang kita lalui tersebut.

Lengkapkan, jadi sekarang mengetahui seputar Pra Kehamilan, Kehamilan, dan seputar tumbuh kembang sikecil cukup dari satu website Parenting Club saja. mudahkan?

baca juga: pengalamanku menggunakan smart strength finder di Parenting Club disini

Semoga informasi di atas dapat membantu semua moms yang masih kebingungan mana mitos mana fakta ya.

Share yuk di comment, mitos apa sih yang moms alami sewaktu hamil?

Cheers,

icha

@annisaramalia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.