Health · Parenting · tooth fairy · Uncategorized

5 Hal untuk Keberhasilan Kunjungan Anak ke Dokter Gigi [1st Dental Visit? masuk]

Dear super mom out there,

Setuju kan, kalau memiliki seorang anak itu seperti anugerah yang luar biasa indah that ever happened in our lifes. Kita pasti ingin selalu menjaga anak untuk tetap sehat, tumbuh besar menjadi anak yang pintar dan cerdas.

Kita juga put our best efforts untuk mengajarkan anak nilai-nilai budi pekerti yang baik, hubungan sosial dengan keluarga kakak adik, teman disekolah, hingga mengajarkan anak hal simpel seperti, cuci tangan sebelum makan, atau setelah main, hingga menutup mulut dan hidung saat bersin dan batuk.

but sadly, believe or not, kita sering kali lupa bahwa anak perlu juga diajarkan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut yang baik.

Sering saya temui, baik sebagai seorang Ibu maupun saat bekerja diklinik. Pertemuan anak kedokter gigi adalah saat anak sudah kesakitan dan menolak makan, atau bahkan saat usia anak menginjak 6-7 tahun datang untuk CABUT GIGI. Lalu kemudian , pertemuan pertama membuat trauma, sehingga anak menolak kedokter gigi, dan terbentukan perilaku “Anak takut ke dokter gigi” sedih ya.

So, aku sebagai seorang dokter gigi anak dan juga seorang Ibu, dengan anak usia balita. I feel you moms, aku mau bagi-bagi tips seputar kunjungan pertama ke dokter gigi (sudah lama pada request DM via instagram mohon maaf baru terlaksana)

Bagi anak kita, 1st time ke dokter gigi sama dengan pengalaman baru lainnya (seperti 1st day at school misalnya), this new experience can be a scary time bersama orang baru yang tidak dikenalnya. Sebagai orang tua, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan agar anak mendapatkan pengalaman yang luar biasa saat kunjungan dental pertamanya, dan mengurangi ketakuran mereka selama proses berlangsung.

you need to do it right now to help those little ones learn to love taking care of their teeth, and have a great experience at dental check-up visits.

#1 1st tooth ‘or’ 1st birthday = 1st dental visit.

are you wondering when is the right time?? you’re not alone MOM!! banyak sekali yang bertanya pada saya, kapan sih cha, gw bawa anak ke dokter gigi?

waktu yang paling tepat 1st dental visit untuk memeriksa gigi mulut adalah baik saat gigi pertama anak tumbuh, atau saat anak ulang tahun yang pertama (salah satu yang terjadi duluan ya moms). Well, beberapa dokter anak thankfully melakukan pemeriksaan dasar pada gigi dan mulut anak saat kunjungan rutin, but not all do. Dokter gigi dilatih untuk mengidentifikasi sedini mungkin any potential issues dengan tumbuh kembang rahang, langit-langit anak dan juga gigi geliginya.

Gigi susu, lebih porous (berpori-pori) dan rentan terhadap lubang gigi (karies) dibandingakan gigi dewasa, so early intervention sangat  PENTING untuk memastikan gigi tersebut sehat dan bebas lubang.

If your child is a little bit older and hasn’t yet had their first dental visit, it’s never too late.  Bring them in as soon as you can!

saya juga selalu menganjurkan untuk orangtua menyikat gigi anak segera setelah gigi pertama muncul, atau bahkan dari bayi setiap usai menyusu. Menggunakan kasa, atau kain washlap yang lembut bisa jadi pilihan alat pada bayi dan balita. cek disini guide untuk menyikat gigi anak. bisa cek juga tulisan berikutnya anak ulang tahun pertamanya masing belum tumbuh gigi.

 

#2 Start, bercerita seputar kesehatan GIGI!!

Ngacung, siapa yang pernah nyanyi “dua mata saya hidung saya satu” or “kepala, pundak lutut kaki” sambil bermain. Anak pasti senang belajar dan mengenal anggota tubuh mereka. Yup, kenali gigi dan menyikat gigi sedini mungkin, kalau bisa sebelum kunjungan pertama anak ke dokter gigi.

 

Children love to learn about their bodies, and love to smile, touch, and explore new things.  Many parents and caregivers love to teach children to point to their own eyes, nose, belly button.  Why not add “teeth” and “tongue” to that list?

View this post on Instagram

#Repost @sobatkecilgpu (@get_repost) ・・・ Hai, Ayah Bunda! Sobat Kecil GPU di rumah takut ke dokter gigi ngga? Kalau Meidi dan Gama berani dong, soalnya kita udah baca bukunya Dokter Tara dan Dokter Stella dari @kejora.id! Lucu deh, di dalemnya ada flap yang bisa kita buka-buka! Ada dua buku, yang satu soal merawat gigi sehari-hari, yang satu lagi tentang berkunjung ke dokter gigi. Di dalamnya juga ada tips buat Ayah sama Bunda lho! Yuk, baca sama-sama! . Salam hangat, Meidi dan Gama . . . . . . . #AkuBaca Gigiku Sehat dan Kuat Berani ke Dokter Gigi Cocok untuk usia 3 tahun ke atas Rp 75.000,-/buku Dapatkan segera di toko buku terdekat atau pesan online via gramedia.com . Jangan lupa like FB Page Buku Anak Gramedia untuk update buku-buku dan promo lainnya ya! . . . . . . . . . . . . . . . . . . #sobatkecilgpu #kejoraid #kesehatangigi #doktergigi #lifeskills #gigisehat #bukucerita #ceritaanak #bukuanak #bukuaktivitas #edutivity #bukudongeng #jualbukuanak #lifttheflapbook #flapbook #bukubergambar #illustratedbook #motorikhalus #bukupaud

A post shared by Kejora Indonesia (@kejora.id) on

sudah mulai banyak buku anak seputar gigi dan kunjungan ke dokter gigi. Activity tools di pinterest juga banyak yang dapat ditiru untuk dilakukan bersama anak dirumah. Youtube juga bisa jadi sumber menarik, mulai dari lagu-lagu seputar gigi mulut anak, hingga animasi cara menyikat gigi anak dirumah.

moms, punya ide menarik lagi soal ini? share yuk.

#3 Be A Great MODEL, your attitude matters

who do your children look up to? YOU

Anak itu ibarat sponge, menyerap setiap informasi dan emosi dari orang dewasa disekitarnya. So, penting banget bagi kita, orangtua menjadi role model dalam kesehatan gigi dan mulut bagi anak jauhhhh sebelum kunjungan pertama mereka ke dokter gigi.

sebagai role model mereka, kita harus pastikan bahwa kita menunjukan good dental habits di depan anak, jadi anak mengerti bagaimana menjaga giginya dengan baik.

A child that knows they’ve done a good job taking care of their teeth is less likely to feel anxiety about going to the dentist.

Pernah denger gak sih Ibu kita atau nenek bilang gini “kamu ga tenang sihhh,bayi nya jadi nangis terus” yup it is not a myth!! bayi dan balita, sama seperti anak pada umumnya, sangat sensitif dan perseptif pada tingkah laku dan energy disekitar mereka. Anak sering kali mencontoh perilaku kita orangtuanya.

  When we are relaxed and happy, children are more likely to be relaxed, too.

So mom be concious with our OWN feeling about dentist. Banyak orang dewasa sama takutnya soal urusan pergigian ini, apalagi saat mengantar anaknya kedokter gigi, cemasnya berkali lipat pat pat. There is nothing for your child to fear, so make a point of being aware of how your own feelings may be influencing theirs.

 

#4 Practice Visit

Sama seperti orang dewasa, anak juga butuh persiapan sebelumnya agar lebih relaks. Luangkan waktu untuk bercerita pada anak “bahwa hari ini akan ke dokter gigi'(yup termasuk bayik dan balita). Buat hari itu spesial, misal milih baju yang mau dipakai, bawa mainan atau buku kesukaan. Buku di point 2, mengenai “what will the dentist do”, mau hitung gigi kamu ada berapa, atau “kan kita mau kasih tau tante dokter, kalau adek udah pinter sikat giginya”

Kakak atau sepupu yang sudah lebih kooperatif juga bisa menjadi role model, untuk pengalaman mereka ke dokter gigi. Saya juga sering mengajak beberapa pasien untuk main ke klinik gigi,  to get them used to the sights and sounds of a dental office, ini akan membantu mereka untuk lebih siap.

Playing pretend menjadi dokter gigi dan pasien juga dapat membantu anak mengerti “apa yang akan terjadi” saat mereka berada di dental unit (kursi dokter gigi) Ini bisa membuat anak lebih relaks saat proses perawatan berlangsung.

contohnya, minta anak duduk bersandar di sofa, dan minta mereka untuk membuka mulut. Ini juga cara yang baik dan menekankan ke anak pentingnya untuk stay still saat pemeriksaan di dokter gigi.

Practice brushing your child’s teeth, just like the dentist will and fully immerse yourself in the role play. Children learn through play, so this is a great chance to teach them about dental health and ease their fears at the same time.

#5 Berikan Kenyamanan

Walaupun kita sudah melakukan 4 step diatas, jangan abaikan kecemasan anak. Boneka kesukaan, selimut favorit bisa dibawa untuk menyamankan anak saat kunjungan pertama.

Do what you can to ease their worries, and offer comfort to them when they show fear.

Pilih klinik gigi, yang dekat dengan rumah. Agar anak lebih relaks dan fresh. Ini penting untuk menjaga mood anak tetap baik selama kunjungan lho mom. Pilih juga yang kids-friendly sehingga anak lebih nyaman selama sebelum, saat dan sesudah kunjungan.

 

Lower your expectation. Setiap anak berbeda moms, ada yang begitu datang langsung bisa menerima perawatan. ada yang hanya perkenalan. Tapi keep it in your mind, kita harus menciptakan good dental behavior dalam diri anak untuk keberhasilan perawatan dan kesehatan gigi mulut anak hingga Ia dewasa.

 

Owrait moms, These 5 simple steps can make a world of difference in how your child feels about their upcoming dental appointment. Mulai dari sekarang, sedini mungkin, untuk kesehatan gigi mulut anak yang jauhh lebih baik.

View this post on Instagram

Meet my two wonder girls patients. abis cabut gigi, bisa ketawa sehappy ini? Keren!!! harusnya hari ini cuma kakak salma yang rencana cabut gigi. Ternyata adek syifa minta juga ikutan gigi depannya ditambal. . Kakak udah ketemu aku, dari kecil dan memang saat ini sudah kooperatif sekali. Adik yang dulu awalnya worried dan menolak, awal kenalan usia 2tahunan. Jadi ikut kooperatif (pendekatan modelling based) karena ngeliat kakak. . penting banget mengenalkan anak ke dokter gigi sedini mungkin untuk membangun dental behaviour yang positif. hubungan Dokter gigi, orang tua dan pasien anak yang baik dengan komunikasi yang efektif. Voila~ cabut pun jadi perawatan yang gak menyeramkan. 💕 . #doktergigianak #doktergigi #kids #ClozetteID #pediatricdentistry #gigianak #anaksehat #fun #instakids #senyumsikecil #smartmama #mommiesdaily #momblogger #parenting #tipsAnak

A post shared by Annisa Rizki Amalia,drg.Sp.KGA (@annisaramalia) on

 

Cheers,

 

 

-icha-

@annisaramalia

 

please kindly spread the info, #sharingiscaring

8 thoughts on “5 Hal untuk Keberhasilan Kunjungan Anak ke Dokter Gigi [1st Dental Visit? masuk]

  1. Wahhh sptnya aku hrs ajak anak2 ku periksa gigi sm km yah, Cha 😃

    Btw tfs yah mengenai hal2 yg perlu dipersiapkan sblm ke dokter gigi 🙋🏻‍♀️

  2. Noted banget iniii tipsnya.. anakku usianya hampir 6 tahun.. udah pernah visit drg sih tapi dulu cuma nemenin aku kontrol behel aja.. kayaknya kudu dijadwalin nih doi ke dokter gigi lagi..

  3. Wah cha keren banget tips n trik nya, pengalaman gie ke dr gigi pas jatuh dari ayunan dan puskesmas pulak. Bikin trauma wkwkwkwkk, sampai SMA bermasalah deh sama gigi sampe bikin migrain terus wkwkwkwkk. Gigi emang gbs disepelein ya cha, even buat org dewasa.

    1. iya kan klo dtengnya pas lg sakit2nya pasti jd trauma. huhu ayuk anggieee mulai dikit2 prepare hati buat ke dokter gigi

  4. Wah aku agak syok baca kalau kunjungan pertama sebaiknya saat umur 1 tahun ato pas gigi pertama tumbuh.. berarti udah telat setaunan lebih 😁😁😁 pengen deh ke drg Ichaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.