Health · Parenting · Uncategorized

Cerita Toilet Training Celina (Tips Toilet Training PART 1: Readiness)

Halo moms,

Lamaaa banget ya gak update soal blog lagi hehe. Setelah beberapa waktu lalu akhirnya Celina lulus dari potty- atau toilet-tratining, beberapa teman dengan anak seumuran atau lebih kecil dari Celina bertanya, “Cha, gimana sih” or “kapan sih mulainya”. yesss, been there, we the young mamas is confused as it is soal toilet-training.

mungkin rasanya kayak baru kemarin kita sibuk gonta ganti popok kain saat anak baru lahit, dan sekarang kita still wondering “the perfect time” untuk memulai toilet-training

So aku akan share kesini beberapa hal yang aku dapat dari source terpercaya seperti Baby Center dan juga salah satu blog favorit saya Kelly Mom dan beberapa blog parenting lainnya, yang saya rasa sangat membantu dalam persiapan toilet-training Celina. Yes, nggak hanya anak yang harus siap, Ibu juga harus siaapp kann? 

Sebelum memulai toilet-training,perhatikan tanda-tanda apakah Anak sudah siap?. Karena memulai terlalu dini tanpa justru menjadi hambatan bagi Ibu dan anak, dan bukan malah selesai lebih cepat bisa jadi proses keseluruhannya menjadi lebih lama. Dalam kasusnya Celina, butuh sekitar 1 minggu yang “konsisten” catet ya konsisten untuk lulus dari toilet-training

oiya, ini ada video tips yang helpful bgt, yang memberikan tips how to toilet-training in 3 days

So, here we go, kembali ke pertanyaan awal, kapan waktu yang tepat?

There’s no exact age at which our children are ready to start toilet-training, namun pada beberapa anak memulai perkembangan fisik yang dibutuhkan dan kemampuan kognitif antara usia 18 dan 24 bulan.

Banyak juga ortu yang menunda toilet-training anak mereka hingga anak masuk usia 3 tahun, saat di mana anak mulai bisa mengontrol keinginan untuk pipis dan kemampuan bicara juga sudah baik. Bahkan, beberapa anak menolak untuk toilet-training hingga mereka berusia 4 tahun

Poin-poin setelah ini bisa digunakan untuk ceklist dan mengukur progress kesiapan anak menerima toilet-training, and keep in mind memulai sebelum anak benar-benar siap bukan berarti kita akan selesai lebih cepat, justru prosesnya bisa menjadi lebih panjang.

Gak perlu terpenuhi semua poin-poin dibawah ini, untuk memulai toilet -training sih kalau menurut aku. Cukup melihat secara keseluruhan sikap anak yang mulai menunjukan kemandirian dan kepahaman anak “what it means to go to the bathrooms like a grown-up” dalam case Celina, aku sempet 1,2 kali membawa dia masuk kekamar mandi untuk “nemenin Ibu pipis” , for tips, aku akan share di post berikutnya ya.

***Physical signs

Koordinasi anak yang cukup untuk berjalan, dan bahkan berlari dengan mantap.

Pipis dengan jumlah yang cukup pada satu waktu

Waktu buang air yang sudah terbentuk secara teratur, pada waktu yang relatif bisa diprediksi

Punya “periode kering” paling gak 2 jam, atau selama tidur siang (nah ini katanya menunjukan bahwa otot kandung kemih anak cukup berkembang untuk menahan pipis”

***Behavioral Signs

Anak dapat duduk tenang pada satu posisi untuk 2 sampai 3 menit

Bisa buka dan pakai celana sendiri

Merasa tidak nyaman saat menggunakan diapers yang basah dan kotor (boleh nih dipake clody nya tanpa insert, atau pake training-pants untuk sensai basah saat pipis)

mulai terlihat tertarik soal “other bathroom habits” (misal, pengen ikut ke kamar mandi atau mengintip saat kita menggunakan underwear)

memberikan tanda baik fisik maupun verbal saat anak “kebelet” pipis misal terlihat gelisah, jongkok, or simply just tell you.

memperlihatkan keinginan untuk jadi mandiri (apa-apa bilang bisa dan gamau dibantuin)

merasa bangga, saat berhasil melakukan sesuatu

tidak menolak untuk belajar untuk menggunakan toilet

secara keseluruhan anak sudah masuk tahap kooperatif, bukan yang negatif, tantrum dan hal lain yang bertentangan

***Cognitive Signs

mulai memahami sinyal ditubuhnya saat ia perlu ke toilet atau ingin pipis, dan bisa memberitahu kita sebelum pipis atau bahkan bisa menahan pipis hingga dia mencapai potty nya

anak sudah dapat memahami perintah sederhana, seperti “Ina, beresin mainannya”

anak sudah memahami pentingnya menaruh kembali barang-barannya setelah digunakan

sudah memiliki kata untuk “pipisnya” (celina bilangnya langsung pipis, pada beberapa anak teman ada yang pup, poo-poo, pee-peeit depends on your kids

 

nah, semoga membantu ya, dan selalu ingat untuk tidak memaksakan ini pada anak, it has to be fun, karena setiap anak berbeda. even the children who can stay dry durng the day, may take longer to stay dry at night.

so, semangat beri kepercayaan pada anak pasti bisa, jadi jangan takut untuk gak menggunakan diapers sekali pakainya. tunggu tips and trik toilet training di post berikutnya ya.

 

cheers,

icha @annisaramalia

 

One thought on “Cerita Toilet Training Celina (Tips Toilet Training PART 1: Readiness)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *