Health · Parenting

Anakku pinter udah bisa sikat gigi sendiri…

Ayo unjuk tangan siapa sih yang gak seneng kalau si kecil, umur 2-3 tahun, ehhhh… udah pinter mau sikat gigi sendiri, atau bahkan selalu inget untuk sikat gigi sebelum tidur tanpa perlu disuruh dulu.

*ngacungg.. saya pun pasti bangga bgt kalau Celina bisa sikat gigi sendiri dan lebih happy lagi kalau pagi sehabis sarapan dan malam sebelum tidur minta sikat gigi duluan.

Tapi kira2, sudah betulkah anak kita si toddler yang lagi “apa2 maunya sendiri” ini dibiarkan sikat gigi sendiri, bersih gak ya? sayangnya tidak… anak usia dibawah 5 tahun masih perlu di awasi saat menyikat gigi, atau bahkan dibantu untuk menyikat gigi. Hal ini dikarenakan koordinasi tangannya yang belum matang, sehingga sulit mencapai beberapa bagian.

hmm tapi ga mandiri dong ya? kalau saya sih siasatinya dengan 2 sikat, satu Celina yang pegang biarkan dia sikat sendiri diawal, yang kedua, kita yang pegang untuk membersihkan lebih menyeluruh, bagian-bagian yang gak tersikat sama Celina.

Sesuai janji di post sebelumnya Hah, gigi anakku berlubang? saya akan menerangkan sedikit tentang cara menjaga kebersihan gigi mulut anak.

Kapan sih dimulainya? sedini mungkin, dari sejak anak lahir sesuda minum ASI, gusi  (yup, jauh sebelum gigi anak tumbuh) anak diusap dengan kain yang lembut untuk membersihkan sisa asi.  seperti rekomendasi America Academy of Pediatric:

“Begin wiping the gums of even a very small infant with a soft washcloth or soft toothbrush, even prior to tooth eruption, to establish a daily oral hygiene routine.”

dan mulai menyikat gigi sejak gigi pertama anak muncul, rekomendasi American Academy of Pediatric Dentistry:

“Oral hygiene measures should be implemented no later than the time of eruption of the first primary tooth”

Kemudian, untuk waktunya dua kali sehari, dibantu oleh orangtua dan menggunakan sikat gigi dan pasta gigi berflouride yang sesuai dengan usianya.

sikat gigi yang paling baik untuk baby dan toddler adalah yang bebulu sikat lembut dengan kepala kecil dan handle yang besar. Merek apa? terserah… asal cocok dengan ibu dan anak hehe.

Rekomendasi AAP

  • <1 y  Clean teeth with soft toothbrush.
  • 1–2 y Parent should perform brushing.
  • 2–6 y Pea-sized amount of fluoride-containing toothpaste 2 times per day; parent performs or supervises.
  • >6 y Brush with fluoridated toothpaste 2 timesper day

Soo, dengan kata lain, menyikat gigi harus dibantu dan diawasi hingga anak dapat berkumur dan meludah sisa pastagigi (biasanya diusia 6 tahun). dan anak pada usia dini tidak memiliki koordinasi tangan yang cukup untuk menyikat gigi sendiri (AAP dan AAPD).

satu lagi nih kegalauan saat menyikat gigi, Kapan kita bisa mulai pake pasta gigi berflouride? aman gak ya, ketelen ga ya?

rekomendasi terdahulu anak baru boleh pakai pasta gigi berflouride pada saat sudah bisa berkumur kira2 usia 2 tahun. tapi yang terbaru (2014) dianjurkan sedini mungkin. karena flouride baru dapat berkerja dengan optimal jika berkontak langsung dengan gigi dan ini sangat penting dalam hal pencegahan karies alias lubang gigi (AAPD Infant Oral Health Care 2014)

But still, AAPD menambahkan “Decisions concerning the administration of fluoride are based on the unique needs of each child”

aman kah? Aman! Menurut penelitian AAPD, “The use of fluoride for the prevention and control of caries is documented to be both safe and effective”

So, hal paling mungkin terjadi jika kelebihan flouride adalah flourosis, tapi jika kita menimbang risk-benefit dari flouride, yaitu mild flourosis daripada karies yang parah pada anak. lebih baik flourosis yang nantinya bisa hilang pada saat gigi anak termineralisasi sempurna.

Nah, yang penting perlu diingat adalah, bedanya jumlah pasta gigi anak usia dibawah 3 tahun yaitu tidak lebih dari “smear-layer” atau “sebiji beras”; dan tidak lebih dari “sebiji jagung” untuk anak usai 3-6 tahun. Preferably “lower-dose”, but “high-frequency”, jadi 2 kali sehari ya moms.

sikat-gigi
Kanan, ukuran pastagigi (pea-sized) pada sikat gigi anak. Kiri, ukuran pasta gigi (smear -layer) pada sikat gigi baby-toddler

dan ajarkan anak untuk berkumur sedini mungkin, dimulai dengan air matang, dan selalu tekankan bahwa pasta gigi tidak untuk dimakan.

hal ini juga jadi catatan saya saat memilih pasta gigi untuk Celina, saya gak pernah pake pastagigi baby yang tidak berflouride dimulai dari usia 1 tahun. kenapa? karena kalau menurut opini saya, kalau anak diberikan yang nonflouride saya akan cenderung merasa “AMAN” pasta gigi itu tertelan, padahal kita harus mengajarkan anak sedini mungkin, apa yang benar, yaitu yang namanya pasta gigi ya ga boleh ditelan. dan dengan ini saya juga jadi lebih rajin mengajarkan Celina untuk berkumur dengan air matang, walau sekali-sekali masih ditelan. hehe..

tapi sekali lagi, setiap anak unik, dengan kebutuhannya masing-masing, tetap harus disesuaikan. pelan-pelan kerjasama dengan si anak dan suami.

Yang terakhir, perlu diingat adalah posisi saat menyikat gigi anak. untuk anak usia 3 tahun kebawah, posisikan dia berbaring dipaha kita, seperti foto Celina dengan si Ayah di bawah. Posisi ini, replika dari posisi Dokter gigi di dentalunit, jadi kita dapat melihat dengan menyeluruh gigi mulut anak.

ayah-sikat-gigi-ina1
posisikan senyaman mungkin, jika anak bosan, beri distraksi hal yang disukai anak, mulai dari nyanyian, mainan, dan lainnya.

yang sudah agak besar bisa sambil berdiri, tetapi kita menyikatnya dari arah belakang, tujuannya sama untuk bisa melihat dengan baik,dan menghindari sikat tersebut tersodok kedalam. Nah saat anak menginjak usia 6 tahun sebaiknya sikat gigi tetap ditemani, jadi bersama2.

Wah panjang ya untuk post kali ini, jika ada komentar dan pertanya monggo.

Semoga membantu, Cheers,

icha

@annisaramalia

 

 

2 thoughts on “Anakku pinter udah bisa sikat gigi sendiri…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *