Health · Parenting

Hah, gigi anakku berlubang?

Sebagai seorang teman yang kebetulan profesinya dokter gigi, sering kali teman dan saudara bertanya mengenai hal-hal seputar gigi. “anak ku gigi depannya coklat-coklat deh kenapa ya?”, atau “anakku giginya gigis depannya trus makin lama makin abis”, “anakku giginya bercak-bercak putih deh depannya”

Lalu pas dijawab “Oh karies itu, lubang, ditambal aja”, sering kali dijawab dengan tatapan kaget, “hah itu lubang ya”, “lho itu lubang juga”

Nah,sekarang saya akan menjelaskan dulu bagaimana sih lubang gigi bisa terjadi pada anak?

Lubang gigi atau karies adalah penyakit infeksius yang dapat ditularkan, dan menurut penelitian paling sering ditularkan oleh Ibu dan pengasuh ke anak melalui ludah (misal bertukar alat makan, minum, cium dan lainnya).  Jadi, anak dengan Ibu yang memiliki gigi berlubang, punya resiko lebih tinggi untuk memiliki lubang dibandingkan anak dengan ibu yang bebas lubang.

Selain itu, terlambatnya melakukan oral hygine pada anak. Sering kali, teman-teman dan orangtua pasien menjawab baru mulai menyikat gigi anak sejak usia 1-2tahun.

Sedangkan, menurut Guidline American Academy Pediatric of Dentistry :1

“Implementing oral hygiene measures no later than the time of eruption of the first primary tooth.”

Dimana biasanya anak sudah memiliki gigi pertamanya saat memasuki usia 4-6 bulan. Terlambat deh…

Kemudian kebiasaan makan yang dapat meningkatkan resiko karies, misal: anak mesti wajib kudu tidur sambil ngedot, dan siang hari isi dotnya berganti dengan jus, teh manis dan minuman bergula lainnya, serta snack-ing makanan dan minuman manis diantara waktu makan.

Dan satu lagi yang sering miss, anak usia dini <5 tahun sering kali dibiarkan menyikat gigi sendiri tanpa pengawasan orangtua. Koordinasi tangan anak yang belum matang, jadi membuat anak tidak dapat membersihkan gigi dengan baik dan cukup, karena tidak bisa menjangkau beberapa bagian yang sulit. Apalagi usia 2-3 tahun, pasti cukup sikat depan-depannya aja ya..

 

gigi-sehat
gigi sehat
whitespot
white-spot
brown-spot
brown-spot

 

 

 

 

severe-karies
karies-parah

 

Lalu, gimana dong biar mencegah gigi anak agar tidak berlubang?

Hal yang sangat membuat saya frustasi, penyakit karies gigi yang merupakan salah satu penyakit yang paling sering ditemukan pada anak ini adalah penyakit yang secara umum bisa DICEGAH.

Salah satunya dengan pemeriksaan dini ke dokter gigi, untuk mengetahui faktor resiko karies orangtua dan anak, dan dilakukan perawatan pencegahan. Tujuan utama kunjungan perdana ini juga untuk memberikan edukasi ke orangtua, untuk mencegah berkembangnya penyakit dan menghindari perawatan gigi yang lebih invasive lagi (penambalan bahkan pencabutan)2

Kurangi resiko penularan dari ibu dan pengasuh, caranya rawat dan bersihkan gigi ibu dan pengasuh agar bebas dari lubang, dan hindari “sharing ludah” ke anak via media apapun hehe.

Lakukan oral hygine (aku kasih tips2 dipost berikutnya ya), segera setelah gigi pertama tumbuh.

Lakukan kunjungan pertama ke dokter gigi 6 bulan setelah gigi pertama muncul, atau paling lambat saat anak berusia 12 bulan, untuk melakukan pemeriksaan faktor resiko karies anak dan ibu, juga edukasi mengenai cara-cara pencegahan karies gigi.

Hindari perilaku makan yang dapat menyebabkan lubang gigi, misal snacking diantara waktu makan, tidur sambil ngedot dimalam hari, menyusu ASI pada malam hari dimana anak makan makanan manis sebelumnya, dan ajak anak untuk minum dengan sippy cup begitu ulang tahun pertamanya. Maksimal, anak disapih “weaned” dari dot kesayangannya pada usai 12-14 bulan.3

Banyak ya PE-ERnya, yuk mulai satu-satu ajak anak untuk berlajar kerjasama menjaga giginya sejak dini.

 

cheers,

icha

 

Source:

  1. American Academy of Pediatric Dentistry. Policy on Early Childhood Caries ( ECC ) : Classifications , Consequences , and Preventive Strategies. Oral Heal Policy. 2014;32(6):50-52.
  2. American Academy of Pediatric Dentistry. Policy on the dental home. AAPD Ref Manual. 31(6):2-23.
  3. American Academy of Pediatrics. A Pediatric Guide to Children’s Oral Health. Am Acad Pediatr.

 

 

 

 

2 thoughts on “Hah, gigi anakku berlubang?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *